Kelas Hebatku di Pengantar Pendidikan


Kelas pengantar pendidikan adalah kelas pertama ku ketika menjabat sebagai pengajar di perguruan tinggi. Saya menggantikan salah satu dosen senior  untuk mengajar matkul tersebut. Jadi, saya gak masuk di awal perkuliahan. Waktunya menerapkan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah, hehehe. Tidak lupa juga menerapkan model dan strategi pembelajaran untuk menyampaikan materi agar mudah dipahami  mahasiswa. di Awal saya menuntitled6gajar, saya menerapkan metode diskusi dan tanya jawab dan ternyata, mahasiswa saya belum terbiasa dengan itu. Mereka cenderung diam, dan banyak juga yang takut. Bahkan untuk menyampaikan pendapat saja mereka gak bisa…..Hasil ketika UTS pun hampir setengah (jumlah mahasiswa 30 orang) yang remidi (remidi di bawah 75).
Mereka cemas dan khawatir setiap ada diskusi. Sylvester (2003) menyatakan bahwa kecemasan mengganggu belajar, sementara tantangan, minat (ketertarikan), dan rasa ingin tahu dapat mendukung belajar. Bila siswa merasa tidak aman dan cemas, mereka kurang mampu memusatkan perhatian pada hal-hal akademis. Akan tetapi, bila siswa tidak ditantang atau tidak merasa tertarik, belajar pun menjadi terganggu. Membantu siswa untuk belajar mengatur emosi dan motivasinya adalah tujuan pendidikan.

Ternyata oh ternyata…mereka cemas. ya mahasiswa saya cemas dan takut setiap saya bertanya pada tiap individu. Beberapa mahasiswa menyatakan dirinya minder bergaul dengan mahasiswa lain yang lebih satu tingkat lebih baik dalam pengetahuan dan keterampilannya. bagaimana solusinya? saya ingat teori teko dan gelas…hehehehe….Teko ibarat seorang dosen, dan gelas adalah mahasiswanya. Biar air (ilmu) yang ada di dalam teko bisa tumpah ke gelas, maka harus ada salah satu benda yang mendekat. Kecenderungan sebagai mahasiswa adalah banyak sekali yang malu dan “sungkan” bertanya pada dosen. Hanya bebarapa mahasiswa saja yang aktif bertanya dan biasanya dia adalah mahasiswa yang aktif dalam kegiatan berorganisasi seperti BEM dan DLM. Sehingga saya yang diibaratkan teko, seharusnya mendekat pada mereka. saya berpikir bahwa metode apapun saya lakukan agar materi dapat dengan mudah di pahami mahasiswa.

Di mulai dari pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Setiap mahasiswa yang masuk dalam kelompok ahli harus menyampaikan materi pada kelompok asal. Ini menuntut mahasiswa berani menyampaikan pendapat dan menghilangkan rasa minder. Kelompok pun diatur secara heterogen karena we are family. Setiap awal pembelajaran, saya berusaha memotivasi dengan memberikan kata-kata penyemangat, cerita yang menggugah jiwa, film dan game yang mampu menyita perhatian mereka. atau bahkan saya memutar sebuah lagu. ya saya ingat sekali saya pernah memutar lagu Dmasiv “Jangan Menyerah”. Kepedulian dan keakraban antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci yang berperan penting dalam sukses belajar di kelas ini. Mahasiswa jadi tidak minder dan malu untuk bertanya, dan biasanya saya memancing mereka yang sulit mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan dengan scaffolding (tangga-tangga).

Siswa merespon positif terhadap metode pembelajaran yang saya terapkan  (kapan-kapan ya saya upload kertas pesan dan kesan mahasiswa, hehehe). Saya pun dapat tersenyum bahagia sumringah mawaddah warahmah lho kok? hehehe. karena di UAS, mahasiswa10 orang mendapatkan nilai 100. Delapan orang mendapat nilai di atas 90 – 97. Lima orang mendapat nilai di atas 80-89. Tiga orang mendapat nilai di atas 60 – 70. Alhamdulillah ya sesuatu…

Ignacio ‘Nacho’ Estrada  menyatakan bahwa “Bila seorang anak tidak bisa belajar dari cara kita mengajarkan sesuatu kepadanya, mungkin kitalah yang harus mengubah cara mengajar kita agar sesuai dengan cara belajar mereka“.

3 thoughts on “Kelas Hebatku di Pengantar Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s