PERAN MUSIK DALAM RUANG KELAS


Saya ingat ketika masih duduk di bangku SMA kelas X. Ketika itu saya berada di kelas XA di SMA Negeri 1 Gresik. Ya sekitar tahun 2002 saya menjadi siswa di sana dan saat itu juga awal mula diberlakukan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Ada sesuatu yang beda di sekolah yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim No 1 itu. Disela jam istirahat, di setiap kelas terdengar alunan musik pop yang begitu menenangkan hati dan merefresh otak kita yang sudah penuh dengan materi pelajMUSIK-OTAKaran. Alunan musik tersebut diatur dari kantor guru sehingga jenis musik yang keluar dari salon berbentuk persegi itu sama di setiap kelas.

Otak manusia kadang naik dan turun kondisinya. Perubahan otak dapat menyebabkan perubahan dalam perilaku. Di pagi hari, para siswa selalu aktif dalam belajar, tetapi di saat jam makan siang, kondisi mereka mulai menurun. Itu juga terjadi pada saya dulu lho…hehehe. Para siswa senang dengan lebih banyak waktu tidur sepanjang hari, tetapi seorang guru berharap membuat mereka cukup terfokus supaya bisa berkonsentrasi. Hal ini merupakan tantangan bagi guru. Oleh karena itu, sebagai guru kita harus punya kompetensi pedagogik sehingga mampu membuat siswa menjadi aktif dan tetap aktif ketika di dalam kelas. Musik merupakan salah satu alat utama untuk menaikkan energi siswa.

Penelitian Jensen (2009) menunjukkan bahwa musik mempengaruhi emosi, sistem pernapasan, denyut jantung, postur, dan gambaran mental siswa. Semua efek ini dapat secara dramatis mengubah suasana hati, keadaan, dan fisiologi seseorang. Musik sangat bermanfaat untuk member i energi, menghasilkan relaksasi, merangsang pengalaman terdahulu, mengembangkan hubungan, merangsang pikiran, memfasilitasi rasa senang, dan memberikan inspirasi. Berikut adalah keuntungan menggunakan musik di kelas.

  1. Memberikan relaksasi setelah stress
  2. Memotivasi kelompok untuk bangun dan memulai
  3. Membangun hubungan dan mendorong ikatan
  4. Membawa energi dan kehidupan baru kepada kelompok
  5. Menghibur jiwa selama saat-saat menderita
  6. Menenangkan siswa yang terlalu aktif
  7. Meningkatkan atensi dan konsentrasi
  8. Merangsang dan memfokuskan kreativitas

Beberapa pertanyaan muncul menandakan ada yang bingung dan masih belum paham. Wajarlah….karena kalau bingung itu tandanya ada proses pemrosesan informasi dalam otak. Tandanya mereka belajar. Apakah musik bisa dimasukkan dalam kelas yang bukan kelas musik seperti fisika, matematika, bahasa inggris? Musik apa yang compatible dalam kelas?

Ada banyak cara menggunakan musik dalam kelas. Masih ingat tidak pelajaran bahasa inggris mengenal huruf abjad. Dulu dan sekarang cara yang paling tepat mengenal huruf abjad adalah dengan menyanyikan dalam sebuah lagu. Ketika semakin dewasa, Anda mengasosiasikan banyak situasi, perasaan, dan orang dengan lagu-lagu khusus. Lagu separuh aku Noah, lagu laksar pelangi Nidji dan lain-lain seolah dapat mewakili perasaan masing-masing orang.

Beberapa kaidah yang cerdas dalam menggunakan musik. Yang pertama dan paling utama, semua musik memiliki beberapa jenis irama. Bila menyeleksi musik untuk kelas, perhatikan temponya (berapa bit per menit). Bit musik mempengaruhi detak jantung dan pernapasan (dua penentu paling utama terhadap suasana hati, perasaan,dan keadaan). Pada umumnya sebaiknya Anda memilih musik instrumental. Musik pop bisa digunakan waktu jam istirahat dan acara khusus di luar jam pelajaran.

Belajar untuk memaksimalkan penggunaan musik dalam ruang kelas adalah proses yang terus berlanjut.  Cocokkan musik yang spesifik dengan tugas yang diajarkan. Gunakan musik secara hemat. Dalam jam pelajaran Anda, gunakan musik 10% atau 30% waktu.  MUSIK YANG TEPAT MEMOTIVASI, MUSIK YANG SALAH AKAN MENGGELISAHKAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s