Hormati Gurumu, Sayangi Teman = Anak Budiman


Di saat duduk kaku, mata ini terpaku pada kotak berukuran sedang yang sejak kecil aku mengenalnya bernama TV. Nonton TV ditemani kopi dan gorengan sungguh nikmat sekali. Namun, suasana menjadi sendu dan haru biru ketika tersiar kabar seputar dunia pendidikan. Ada guru yang menjadi korban kebiadaban muridnya. Guru tersebut dihajar ramai-ramai oleh siswanya sendiri lantaran nilai ulangan yang jelek. Melotot mata , berputar otak, dan bibir menganga (terbuka lebar) melihat adegan itu. Dunia pendidikan sekarang beda dengan dunia pendidikan saat saya masih memakai seragam sekolah dasar.

gambar-kartunDi saat saya masih sekolah dasar dulu di MI Infarul Ghoyyi Wadak Kidul, guru-guru saya selalu menyuruh kami menyapa saat bertemu di jalan dan kadang bersalaman dengan mencium tangannya apabila sang guru tidak tergesa dalam melangkah. Budaya itu sangat saya nikmati karena kata guru dan orang tua saya, mencium tangan guru adalah sebuah keberkahan dan melihat senyum guru adalah sebuah hikmah yang mendalam. Kebudayaan tersebut saya terapkan sampai duduk di bangku sekolah menengah.

Pernah suatu ketika, saat saya berangkat ke sekolah dengan berkendara sepeda motor, tiba-tiba saya melihat guru agama yang sedang berjalan. Tanpa disuruh, dengan seketika saya berhenti dan turun dari berkendara lalu menyapa guru saya. Senyuman dan doa guru bagi saya dulu adalah sebuah keberkahan. Ya…bagi saya dulu apabila guru ikhlas memberikan ilmu pada kita, maka insyaAllah ilmu kita manfaat nantinya. Amin….Teori Teko dan Gelas menyatakan bahwa air dalam teko tidak akan bisa mengalir ke dalam gelas kalau posisi gelas sama atau bahkan lebih tinggi dari teko. Sebaliknya, air dalam teko akan mengalir apabila posisi gelas lebih rendah. Begitulah filsafat kehidupan, bahwa apabila kita menghormati dan patuh pada guru selama dalam kebaikan maka isi otak guru (ilmu) akan mudah mengalir pada kita. Jadi, hormatilah gurumu dan sayangi teman-temanmu, maka kau akan jadi anak budiman. hehehe

Seiring canggihnya teknologi, sikap hormat pada guru mulai menurun bahkan kebanyakan siswa akan kabur kalai melihat ada guru di depannya. hehehe….lebay.com. Mungkinkah zaman sudah rusak sedemikian rupa? pepatah kuno seolah menjadi benar adanya bahwa “guru kecing berdiri, murid kencing berlari”. mau dibawa kemana pendidikan di negeri tercinta ini. pendidikan karakter sudah digalakkan, tetapi tawuran pelajar dan narkoba sudah menjadi kebiasaan di sekolah. Siapakah yang bertanggung jawab atas semua ini? Orang tua, guru, siswa, atau masyarakat? semua ikut terlibat. tetapi bagi saya pendidikan sejak dini adalah penting. Ibu dikenal sebagai madrasah pertama bagi anaknya sebelum si anak masuk ke sekolah. peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak nya, tetapi jaman sekarang orang tua seolah sibuk dengan pekerjaan kantor dan si anak biasanya dibiarkan di asuh oleh pembantu rumah tangga. To be continued (it’s complicated problems,,,hehehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s