Strategi Untuk Membantu Siswa Belajar


Studi ini berawal dari para psikologi pendidiikan yang memperdebatkan strategi belajar yang paling efektif. Hanya segelintir bentuk belajar terbukti efektif dan lebih sedikit masih belum pernah efektif. Riset tentang strategi studi yang paling efektif diringkaskan sebagai berikut:

1. Membuat Catatan

Pembuatan catatan2 bisa efektif untuk jenis bahan tertentu, karena hal itu dapat meminta pengolahan gagasan utama ke dalam pikiran, karena seseorang mengambil keputusan tentang apa yang ditulis. Namun, dalam pembuatan catatan terbukti tidak konsisten. Rickards, Fajen, Sullivan&Gillespie (1997) menyatakan bahwa dampak positif paling mungkin diperoleh ketika pembuatan catatan digunakan untuk bahan konseptual yang rumit, yaitu ketika tugas yang sangat penting ialah mengidentifikasi gagasan utama. Penggabungan pembuatan catatan dan pengkajian siswa meningkatkan pembelajaran siswa (Robinson et al., 2004).

2. Menggarisbawahi

Mungkin strategi studi paling umum adalah menggarisbawahi atau mewarnai dengan stabilo. Namun, riset tentang studi menggarisbwahi ini menemukan sedikit manfaat (Anderson&Armbruster, 1984; Gaddy, 1998; Snowman, 1984). Persoalannya adalah kebanyakan siswa tidak berhasil mengambil keputusan tentang bahan mana yang terpentin dan malah menggarisbawahi terlalu banyak.

3. Merangkum

Melibatkan penulisan kalimat singkat yang mewakili gagasan utama informasi yang sedang dibaca. King, 1991; Slotte&Lonka (1999) menyatakan bahwa keefektifan strategi ini bergantung cara merangkum itu digunakan. Salah satu cara yang paling efektif adalah meminta siswa menuliskan rangkuman satu kalimat setelah membaca masing-masing alinea (Wittrock, 1991).

4. Menulis untuk Belajar

Klein (1999) menyatakan bahwa makin banyak bukti mendukung gagasan siswa, dengan meminta siswa menjelaskan secara tertulis isi pelajaran yang mereka pelajari, mereka akan terbantu memahami dan mengingatnya. Studi penulisan yang terfokus membantu siswa mempelajari isi materi yang mereka tuliskan. Namun demikian, di temukan bukti tentang dampak penulisan catatan harian yang kurang terfokus yakni siswa membuat catatan tentang gagasan dan pengamatan mereka.

5. Membuat Garis Besar dan Memetakan

Suatu kelompok studi ahli tertentu menuntut siswa menyajikan bahan yang dipelajari ke dalam bentuk kerangka. Strtegi ini meliputi pembuatan garis besar, jejaring, dan pemetaan. Pembuatan garis besar (outlining) menyajikan butir-butir utama bahan  pelajaran ke dalam format hierarkis, dengan masing-masing penjelasan diorganisasikan ke dalam kategori yang lebih tinggi. Dalam jejaring (networking) dan pemetaan (mapping), siswa mengidentifikasi gagasan utama dan kemudian membuat diagram dan menghubungkannya (Hyerle, 1995; Robinson& Skinner, 1996).

6. Metode PQ4R

Thomas& Robinson (1972) menyatakan bahwa strategi PQ4R membantu siswa memahami dan mengingat apa yang mereka baca. Akronim PQ4R adalah singkatan dari preview (lihat sekilas), question (tanyakan), read (baca), reflect (renungkan), recite (ungkapkan kembali), dan review (kaji ulang).  Riset Adamas, Carnine&Gersten  (1982) memperlihatkan keefektifan metode PQ4R untuk siswa dewasa (SMP dan SMA atau  Mahasiswa)dan alasannya terlihat jelas.

Sumber:

Slavin, Robert E. 2009. Educational Psychology: Theory and Practice, 9th ed. Boston: Allyn and Bacon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s