Gigi Palsu dan Semangkuk Soto


Sebuah kisah romantis yang tidak kalah dengan Laila-Majnun, Romeo-Juliet, atau Habibie-Ainun yang diperankan sepasang laki-laki dan perempuan yang kini sudah menapaki usia pernikahan emas yaitu 50 tahun. Kisah ini saya dengarkan dari seorang ustad dan juga membaca buku Setengah Isi Setengah Kosong.

Suatu hari sepasang suami istri yang 50 tahun yang lalu menikah ingin memperbaharui cintanya di usia yang lanjut. Mereka sepakat untuk mengenang masa indah di suatu tempat di mana mereka dulu memadu kasih dan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Tempat itu berada di sekitar sekolah tepatnya di kantin sekolah mereka. Nuansa alami yang ditawarkan di kantin tersebut menjadi suatu daya tarik yang melihat. Dan sampai kini, dalam waktu 50 tahun mereka meninggalkan tempat ini, suasana masih belum banyak beruhah dan mereka tersenyum indah melihatnya.

Tetap romantis seperti dahulu kala, laki-laki itu mempersilahkan duduk perempuannya. Di pesannya satu mangkuk soto untuk di makan berdua dan 2 piring nasi di tempat terpisah. Sepasang mata pelayan kantin terus memandangi kisah laki-laki dan perempuan itu. Dalam pikir pelayan itu dia menaruh iba kepada sepasang kekasih yang sedang memadu rindu. Si perempuan tidak makan bersama si laki2 yang dari tadi sudah memulai makan soto. Si perempuan hanya menunggu dan sesekali tersenyum sambil memandang pujaan hatinya yang dia kenal 50 tahun yang lalu. Pelayan kantin semakin iba melihatnya dan mencoba memberanikan diri dengan menawarkan satu mangkok soto untuk di makan si perempuan dengan harapan agar dia dapat makan bersama-sama dengan kekasihnya. Tetapi kebaikan pelayan itu ditolak dengan lembut dan kembali si perempuan itu menunggu dan memandangi wajah kekasih hatinya. Kembali si pelayan menawarkan kebaikan dan kali ini dia mengatakan akan menanggung semua biayanya, tetapi lagi-lagi di tolaknya dengan senyuman. Dan untuk yang ketiga kali ini, si pelayan bertanya pada si perempuan, sebenarnya yang dititunggu sama Anda (perempuan) itu apa sih? dengan senyuman si perempuan menjawab, yang saya tunggu adalah gigi palsu yang lagi di pakai kekasih saya. Pelayan itu lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih yang memadu kisah cinta.


Kisah ini cukup menyentil diri saya dan mungkin Anda betapa cinta akan awet apabila ada sikap saling berbagi, saling memahami, saling menghormati, saling setia, dan selalu mengkomunikasikan permasalahan berdua. Saya melihat kisah cinta anak-anak muda jaman sekarang lebih kepasa cinta sesaat. Cinta mereka seolah mengisyaratkan rumus 5 AT.

1. aku lihAT

2. aku pikAT

3. aku dapAT

4. aku sikAT

5. aku minggAT

……..hehehe….tetapi tidak semua anak muda yang menjalin cinta singkat seperti itu. Masih ada diantara mereka yang taat dan patuh pada prinsip dan ajaran agama yang diyakininya. Semoga mereka yang setia dalam cintanya diberikan keharmonisan dalam rumah tangganya. Amin…

 

 

 

2 thoughts on “Gigi Palsu dan Semangkuk Soto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s