Kuliah, Kerja, Organisasi


Beberapa bulan tinggal di tangerang ternyata tidak dapat menghilangkan aktivitas saya yang dulu selalu menjadi tumpuan hidup ketika kuliah S1 dan S2. Aktivitas bertamu ke rumah orang untuk berbagi ilmu dengan mengajar privat telah menjadi suatu kebiasaan yang sangat saya gemari. Kini, hal itu tumbuh lagi meskipun saya tidak berstatus mahasiswa lagi. Lantas mengapa masih mengajar privat?

hidup mahasiswa

Dulu….di tahun 2007. Pernah suatu ketika mengikuti workshop tentang motivasi kuliah. Seorang trainer bertanya pada ratusan peserta yang semuanya mahasiswa. Pertanyaannya adalah lebih penting mana kuliah, kerja, dan organisasi? coba urutkan dari yang terpenting. Berbagai jawaban diungkapkan oleh beberapa mahasiswa yang terlihat bersemangat dengan workshop itu, ada pula yang bersikap biasa-biasa saja seperti pasrah menerima nasib sebagai mahasiswa. Ada yang mngurutkan kuliah sebagai yang utama, lalu kerja, dan organisasi. Ada pula yang menempatkan kerja yang utama, lalu kuliah, dan organisasi. Ada juga yang berjiwa organisatoris dengan menempatkan organisasi yang paling utama, kerja, lalu kuliah. Berbagai macam jawaban mahasiswa. Saya dulu termasuk aktif di ketiganya. Setiap pagi kuliah, sore sampai malam kerja (mengajar privat), dan di sela-sela itu ada rapat BEM dan UKM. Sabtu dan ahad juga ada kegiatan kemahasiswaan. Dan jawaban saya waktu itu, Kuliah, Organisasi, dan Kerja.

Dengan gaya yang khas seorang trainer, materi dapat tersampaikan dengan baik. Semua peserta antusias dalam mengikutinya. Memang kerap kali saat mahasiswa dulu sering mengikuti training dan workshop gratisan. Dan kini gaya mengajar ala trainer saya kerap kali terapkan dalam perkuliahan. Di samping menyampaikan materi denga oborlan dan lelucon, tidak ketinggalan dengan pemutaran video motivasi. Trainer itupun mengkungkapkan suatu kesimpulan bahwa yang utama dan pertama adalah KULIAH, lalu KERJA, dan terakhir adalah ORGANISASI.

Kuliah menjadi pilihan utama dan pertama karena memang tujuan seorang mahasiswa adalah menuntut ilmu di bangku perkuliahan. Kerja menjadi pilihan kedua karena di dalam kerja ada tanggungjawab berupa diberi gaji/honor. Sebagai pengajar privat tentu saya punya tanggungjawab kepada orang tua siswa atas perkembangan pendidikan anaknya. Organisasi menjadi pilihan terahir karena dalam organisasi dibituhkan yang namanya trust (rasa percaya). Trust adalah suatu sikap yang sulit diterapakn. Bagaimana kita bisa memperyayai orang lain untuk melakukan suatu hal membutuhkan kecerdasan emosi yang baik. Tidak jarang dulu banyak mahasiswa yang bekerja sebagi individu yang serba bisa. Manusia super. Otot kawat balung wes (otot kawat, tulang besi), begitulah kiranya sebutan untuk mereka. Tetapi terlepas dari itu, tujuan dari organisasi adalah sebuah trust yang bagus dan juga rasa tanggungjawab. Kalau di dalam organisasi kita sebagai orang yang menduduki posisi penting, tetapi pada waktu itu ada kuliah dan kerja, maka kita bisa mewakilkan kepada orang lain untuk menghadiri rapat atau kegiatan. yang penting selalu ada kontrol dari kita tentang kinerja orang yang kisa suruh. begitulah sang trainer menjelaskan disusul anggukan peserta tanda paham akan materi.

Begitulah selepas mengikuti training dan workshop itu, saya semakin giat untuk mengukir indah kenangan menjadi mahasiswa yang luar biasa. Saya tidak mau menjadi mahasiswa bisa (cuma kuliah lalu ke perpus) atau mahasiswa yang biasa di luar (gak pernah ikut kuliah, tetapi aktif bekerja). Semangat itu tidak akan hilang sampai sekarang. IPK di atas 3..menjadi ketua UKM terbesar di kampus, menjadi kepala departemen di BEM, mengajar privat setiap hari bukanlah aktivitas yang bisa dinggap membutuhkan waktu sedikit. Semua harus di atur waktunya agar ketiga komponen itu berjalan seimbang. di sinilah ujian mahasiswa luar biasa terjadi. Apakah mereka akan bertahan atau tersisihkan. Semua mahasiswa punya waktu 24 jam dalam sehari dan mendapat materi kuliah yang sama dari dosen, tetapi seberapa banyak mahasiswa yang bisa kuliah, kerja, dan aktif di organisasi. Itu adalah pilihan, dan harus diperhitungkan semua resiko yang akan terjadi.

Kini saya menjadi pendidik di perguruan tinggi setelah melewati berbagai rintangan dan cobaan untuk tetap eksis dalam dunia pendidikan. Rasa semangat tetap berkobar dalam dada untuk terus mewujudkan harapan bangsa, demi tercapainya Indonesia Jaya. Organisasi tetap berjalan , penjadi pengajar privat pun juga. Orientasi mengajar privat adalah biar materi tidak lupa dan senantiasa mengasah kemampuan berpikir. Bukankah mengajar itu adalah belajar???  Kalau dipikir memang sungguh enak jadi guru/dosen. Dan akhirnya setelah organisasi dan kerja tercapai ketika saya menjadi pendidik sekarang, rasa rindu menjadi mahasiswa mulai ada. Saya merindukan menjadi mahasiswa untuk kuliah S3. Yang pasti itu sudah ada dalam draf mimpi-mimpi saya. Mimpi-mimpi yang satu persatu kini tinggal coretan belaka tanda telah tercapai dengan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s