UN, Bikin Hidup Lebih Hidup


Sejak dulu kala, jaman saya masih sekolah dan sampai kini dan mungkin nanti, Ujian Nasional (UN) memberikan dampak positif dan juga negatif. Dampak negatif UN sudah  sering dibahas, dan kali ini saya sedikit mengungkap sisi positif adanya UN. Bukan rahasia umum lagi ketika menjelang UN, siswa menjadi rajin beribadah dan belajar. Benarkan? Saya punya siswa yang malas sekali ketika di ajak sholat. Dari 5 waktu sholat, paling banyak dia sholat dalam 2-3 waktu saja. Hal itu berubah drastis ketika menjelang UN. Dia semakin giat untuk beribadah dan belajar. Jangankan sholat wajib, dia juga aktif sholat malam kemudia belajar sampai subuh. Hal ini terus berlanjut sampai tiba waktunya UN.

Saya mencoba bertanya pada dia, kenapa tiba-tiba rajin beribadah dan belajar. Dia menjawab agar lulus dan bisa mendapat NUN bagus. Saya pun mengamininya. Satu hal yang mengherankan adalah saat UN berlangsung, Tuhan seolah dihilangkan dalam memorinya. Tuhan yang beberapa bulan sebelum UN selalu dekat dengan dia, kali ini ditinggal di laci rumahnya. Demi kelulusan, dia pun menghalalkan segala cara termasuk mencontek. Apalagi saat ini dunia sudah semakin canggih. Sekarang anak SD saja sudah punya HP dan mahir mengoperasikannya. Beberapa jam sebelum UN dilaksanakan, tidak sedikit anak2 mendapat SMS jawaban UN yang menyebar begitu saja.

kontras-2

http://kartunmartono.wordpress.com/2010/01/09/ujian-nasional-2/

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Aksi contek-contekan dan penggunaan telepon seluler secara bebas mewarnai pelaksanaan ujian nasional (UN) hari kedua, Selasa (19/4/2011), di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Meski peserta dilarang membawa kalkulator, ponsel, dan sejenisnya, sejumlah peserta UN di wilayah tersebut masih kedapatan membawa dan bahkan membuka-buka ponsel di tengah berlangsungnya UN itu. (http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/19/15204197/Lihat.Mereka.Bebas.Nyontek.Pakai.HP).

Dari berita di atas, mulai ada pertanyaan yang menggelitik yaitu apakah sistem UN sudah baik? penting mana kelulusan atau kejujuran? Apakah sudah selayaknya UN menentukan kelulusan siswa? Semua pertanyaan ini masih terus dilakukan pengkajian agar mendapat solusi terbaik.

UN bikin hidup lebih hidup. Siswa dalam sekejap rajin beribadah, tetapi dalam sekejap pula melupakan Tuhannya. Tetapi hal ini tentunya tidak semua siswa di Indonesia. Masih ada siswa yang setia pada kejujuran. Mereka yakin akan kekuatan doa dan percaya pada Tuhan. Bagaimana menjadikan siswa agar ketekunan beribadah dan belajar menjelang UN akan tetap hidup saat UN dan setelah UN?? Diperlukan pendidikan yang tidak hanya mengajrkan ilmu atau materi tetapi juga akhlak dan karakter. Bagaimanapun kejujuran adalah mahal harganya dari pada kelulusan..

Salam Satu hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s