Sahabat Sejati


Ingat pesan Om Jay tentang menulis sebelum tidur. Saya baru sadar kalau hari ini belum menulis di blog. Saya akan menulis sebuah persahabatan yang dulu terjalin erat dalam wadah Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), semacam remaja masjid kampus.

Tahun 2005 saya diterima menjadi mahasiswa Unesa. Sempat bingung ketika mencari tempat kost karena belum mengenal kondisi di area kampus. Dalam lamunan yang melayang tinggi menggapai cakrawala, datang seorang kakak dari jurusan geografi yang mengajak saya untuk bergabung di UKKI . UKKI adalah salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang terbesar di Unesa.

siluet-aktivis-dakwahhttp://jomblojomblotaqwa.blogspot.com/2012/07/seorang-remaja-pria-bertanya-pada.html

UKKI mempunyai kantor sekretariat di dekat masjid Unesa. Para pengurus memperoleh fasilitas untuk tinggal di kantor dekat masjid dan biasanya menjadi pengurus masjid. Mereka bertugas mengurus masjid diantara menjadi muadzin, imam, petugas parkir, petugas parkir, dan penjaga loket. Begitulah aktivitas mereka dengan seabrek kegiatan dan tugas kuliah. Sedangkan anggota bertempat tinggal di asrama  yang berada di sekitar kampus Unesa. Asrama  merupakan wadah bagi para anggota untuk dididik menjadi insan yang siap menjadi pengurus . Saya bersyukur menjadi bagian kenangan di UKKI.

Status sebagai mahasiswa baru tidak membuat saya “buta” akan kondisi di kampus, karena kakak kelas  selalu berbagi informasi, diantaranya tentang adanya beasiswa bagi para aktivis kampus. Dalam pikir saya dulu, saya mengidamkan bisa memperoleh beasiswa itu untuk membantu perekonomian keluarga. Dari awal sejak SMP – SMA saya sangat minder masuk dalam dunia organisasi, kini berbalik 180 derajat. Saya sekarang menyukai organisasi, khususnya UKM UKKI dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

Tahun 2006 diadakan seleksi bagi anggota asrama untuk menjadi pengurus. Bagi anggota yang memenuhi kriteria dan standar akan direkrut dan berhak bertempat tinggal di kantor dekat masjid. Menjadi pengurus  merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan. Di samping menuntut ilmu dunia di kampus, saya juga belajar ilmu agama di masjid kampus.

SANYO DIGITAL CAMERA

Keluarga baru dengan suasana  baru sangat saya rasakan di sana. Sahabat di UKKI bagai saudara di saat suka dan duka. Saya banyak belajar tentang arti sebuah persahabatan. Kekompakan, kerjasama, saling menyayangi, berbagi, menghormati, dan lain sebagainya saya temukan dalam keluarga baru ini. Selama tiga tahun tinggal di kantor masjid banyak pelajaran berharga yang belum pernah saya dapatkan di bangku kuliah. Kegiatan-kegiatan di sana juga bukan hanya tentang agama, tetapi sosial, hukum, dan pendidikan. Kegiatan yang paling saya sukai adalah BKM (Bakti Karya Mahasiswa) semacam KKN (Kuliah Kerja Nyata). Hanya saja dalam BKM waktunya hanya 2 minggu saja. Tempat yang dikunjungi adalah daerah terpencil yang minus agama. Di tempat itu, kami berbagi ilmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti FAS (Festifal Anak Soleh), tablig Akbar, Rumah Belajar, Khataman Quran, Pengobatan Masal, Kewirausahaan dan TPA (Taman Pendidikan Al Quran). Begitu nyata manfaatnya, begitu terasa perjuangannya, dan begitu bermakna persahabatan kita. Semua begitu indah rasanya. Pada malam ini, saya merindukan semuanya.

SANYO DIGITAL CAMERASANYO DIGITAL CAMERA

 

Satu hal yang membuat saya semakin senang menjadi bagian UKKI adalah bahwa para pengurus yang dulu berjuang untuk kuliah dan memakmurkan masjid semua menjadi orang sukses dan berhasil. Saya mengetahui ini semua ketika diadakan reuni tahunan yang diberi nama IKAMUSA (Ikatan Keluarga Alumni UKKI Unesa). dari mereka ada yang menjadi kepala desa, pengusaha, dosen, pejabat negara, dan rektor. Saya semakin sadar, bahwa dibutuhkan perjuangan, kerja keras dan pengorbanan ketika menjadi pengurus adalah cara Allah agar kita menjadi lebih baik lagi. Ibarat sebuah kupu-kupu yang masih dalam kepompong. Penuh perjuangan, kerja keras agar bisa keluar mejadi kupu-kupu Indah. roti yang enak itu awalnya dari tepung yang ditempa, dibakar, di panggang, lalu jadi lah roti. Hidup butuh perjuangan, dan saat mahasiswa adalah saat tepat untuk mempelajari semuanya.

Akhirnya, teruslah bergerak atau tergantikan. Begitulah saya memotivasi diri saya sendiri. Terus bergerak walau cuma selangkah, yang terpenting jangan berhenti. karena di saat kau berhenti, maka akan tergantikan.

Bagi mahasiswa yang jauh dari orang tua, sahabat di sekelilingmu adalah keluargamu. Sayangi dan hormati mereka. Karena kita tidak bisa hidup sendiri. Kisa semua butuh keberadaan mereka. Bayangkan kalau kau sakit, mereka lah yang merawat kita. jadikanlah mereka bagian dari keluargamu yang akan kau kenang dalam hidupmu. Sebuah lagu yang sering saya nyanyikan dulu:

Selama Ini…

Ku mencari-cari, teman yang sejati

buat menemani, perjuangan suci.

Bersyukurku padaMU ilahi

Teman yang kucari selama ini

Telah Kutemui

(Snada- Teman Sejati).

Temukan sahabat sejatimu…gengam erat dan perkuatlah silaturrahim dengannya…jadikan dia adalah keluargamu….Bersama dalam suka dan duka untuk menggapai impian selama kuliah dalam mewujudkan Indonesia Jaya.

2 thoughts on “Sahabat Sejati

  1. jadi pengen kembali menginjakkan kaki di masjid Gundul tercinta….. walau hanya jadi anggota abangan… tapi tetap tak terlupakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s