Ada Cinta dalam Kecemburuan


Kali ini ada yang spesial dari tulisan di blog ini. Saya akan share tentang probematika yang hampir semua manusia pernah merasakannya. Ketika “dia” datang, perasaan bahagia akan menaunginya, tetapi ketika “dia” menghilang, tak sedikit yang menjadi gelap mata, dia adalah cinta. Siapa yang pernah jatuh cinta, pasti akan merasakan cemburu juga. Ini fakta dan benar adanya.

Hati yang manakah yang tak pernah tersentuh lintasan Cemburu?
Adalah Aisyah radiyallahu anha, salah satu Ummul mukminin yang pernah mendapat salam dari Jibril Alahissalam’pun menuturkan kejujurannya dalam beberapa Al Hadits yang ia riwayatkan sendiri tentang kata hatinya yang sering terbakar api Cemburu.

Dalam Shahih Muslim No.4477, Aisyah ra., mengisahkan betapa kecemburuannya kepada Rasulullah saw. Ketika dalam sebuah perjalanan dengannya, Rasullah saw berbincang bincang dengan istrinya yang lain, yaitu Hafshah. Disanalah Aisyah dihinggapi cemburu… Hingga ketika mereka tiba disebuah perhentian Aisyah ra duduk menjulurkan kedua kakinya ke tumbuh-tumbuhan izkhir yang harum baunya seraya berkata: “Ya Tuhanku! Semoga ada kalajengking atau ular yang menggigitku sedang aku tidak dapat mengatakan sesuatu apapun kepada rasul-Mu…”

Cemburu itu tanda cinta. Bahkan Rosulullah pernah ditegur langsung oleh Allah melalui wahyu di awal surat at Tahriim. Kecemburuan selalu ada, tetapi bagaimana kita menyikapinya agar kecemburuan itu menjadi tanda cinta yang selalu mencerahkan? Cemburu bagai bumbu-bumbi cinta. Bila mana cinta tidak ada cemburu, bagai masakan tanpa bumbu.

Hadist riwayat Ahamad, Abu Dawud, dan An Nasa’i: “Sesungguhnya ada di antara cemburu yang disukai Allah, dan adapula cemburu yang dibenci Allah. Cemburu yang disukai Allah adalah cemburu yang disertai keragu-raguan. Sedangkan cemburu yang dibenci Allah adalah cemburu yang tanpa keraguan lagi”.

Kata keraguan berarti tuduhan dan prasangka ketika cemburu masih ragu-ragu, yang jika tidak benar terbukti akan membuka komunikasi dan kedekatan lebih mesra. Allah akan benci apabila kecemburuan yang tuduhannya menjadi keyakinan dalam hati. Sudah tidak ada lagi keraguan. Inilah cemburu buta. Buta karena dalam hati sudah tertanam keyakinan.

Jadi bagaimanakah cemburu yang sehat itu? Cemburu yang sehat adalah cemburu yang menguatkan dan melanggengkan ikatan. Cemburu yang membuat insan makin dewasa. Cemburu yang membuat makin mesra dengan istri. Ah, maaf Anda lebih tahu dari saya, karena saya belum berkeluarga. Hehehe.

Sebuah puisi indah dari Bapak Sapardi Djoko Damono, 1989

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Dayyus, Si Teman Syaitan!

Hati-hati, Jangan sampai menjadi Si dayyus yang dimurka Allah. Cemburulah kepada istrimu dalam keragu-raguan. 22

وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله

Artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata : ” Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iyaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang pecandu arak” lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham arti pecandu arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : “YAITU ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA) – ( Riwayat At-Tabrani ; Majma az-Zawaid, 4/327 dan rawinya adalah thiqat)

* Dayyus: Orang yang tidak punya rasa cemburu sedikitpun terhadap istrinya.

* Tulisan ini, untuk yang sudah menikah saja. Yang belum menikah, belum bisa cemburu. Karena belum jadi halal baginya pasangannya. Hehehe.

Sumber:

Al Quran

Al Hadist

Fillah, S A. 2009. Baarakallahulaka, Bahagianya Merayakan Cinta. Yogyakarta: Pro-U Media.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s