Alam Isyaratkan Sesuatu


Hari ini nampak riang sekali dengan senyum mengembang di pipi. Betapa tidak, sukses mengajar di kelas kemudian bisa ngobrol dengan separuh hati. Ah sungguh dunia ini nampak indah sekali…Ups kelupaan, ngelantur jadinya. Siang ini saya mau share suatu kejadian-kejadian yang bisa kita ambil hikmah.

Semesta seolah mengisyaratkan sesuatu untuk diambil pelajaran bagi mahkluk yang ada di bumi. Saya ambi contoh yang pertama, ketika saya menuju ke lantai 4, saya melewati tangga. Saya heran mengapa tubuh saya selalu condong ke depan? saya mencoba untuk meluruskan tetapi hal itu sulit ketika saya gunakan menaiki tangga. Ahli fisika bilang itu karena gaya gravitasi. Yups, benar memang, tetapi kali ini saya akan sedikit menyinggung tentang filsafat kehidupan. Tubuh kita terdorong ke depan ketika menaiki anak tangga mengisyaratkan bahwa ketika kita sukses dan mencapai puncak keberhasilan, kita akan selalu rendah hati, tidak sombong, suka menabung, dan baik hati. Atau ketika kita menaiki puncak gunung yang tinggi, tubuh kita pun akan condong ke depan bukan?

imges

Ketika jalan pulang, saya melihat anak kecil yang bermain-main dan ada yang melempari pohon jambu dengan batu. Tetapi, saya jadi heran, mengapa pohon jambu yang dilempari batu malah memberikan buah jambunya. Semesta sekali lagi mengisyratkan untuk kita selalu belajar dan belajar. Belajar tidak hanya di sekolah atau di kampus, tetapi bisa di mana saja. Pohon jambu yang dilempari batu, dihina, dicaci, diejek, malah memberikan buah yang manis bagi si pelempar batu. Begitulah alam mengajarkan kita untuk mengambil makna setiap kejadian. Ketika ada seseorang yang menjahati dan mendzolimi kita, maka selalulah bersikap baik pada dia.

Alkisah, Nabi Muhammad setiap hari dimaki2 sama orang tua yang berada di pasar. Orang tua ini beragama non muslim. Tetapi, setiap pagi, Nabi MUhammad selalu menyiapkan makan untuk orang tua yang buta ini. Tanpa banyak cakap, Sang nabi pun menyuapinya. Kejadian ini terus berlangsung sampai nabi berpulang ke rahamtullah. Salah seorang sahabat menanyakan pada putrinya, hal apa yang belum aku kerjakan dan nabi mengerjakannya. Putri tersebut menjawab, setiap pagi nabi selalu menyuapi orang tua buta yang berada di pasar. Lalu bergegas sahabt ini menuju pasar untuk melakukan hal yang sama dilakukan nabi dahulu. Namun, betapa terkejutnya dia bahwa orang tua itu selalu memaki-maki nabi. Tetapi tanpa banyak cakap juga, sahabat ini terus menyuapinya. Sontak terkaget dan terdiam, orang tua ini merasa yang menyuapi kali ini berbeda. Gaya suapannya tidak selembut yang kemarin. akhirnya sahabat itu berkata, sesengguhnya yang menyuapi kamu selama ini adalah sang Nabi. betapa terkejutnya dia mendengarnya. Orang yang selama ini dia maki-maki, ternyata selama ini pula yang sabar dan ikhlas menyuapinya setiap pagi. Ah betapa mulia akhlak nabiku. Sungguh aku menaruh rindu padamu.

AhTee (329)http://noretz-area.blogspot.com/2011/10/healthy-buah-lokal-indonesia-dan.html

Kejadian terakhir ketika saya pulang, saya melewati pohon pisang yang banyak buahnya. Tetapi beberapa yang tidak berbuah menjadi layu dan bahkan mati. Tahu gak kalian kalau pohon pisang itu tidak akan mati/layu apabila dia belum berbuah??

pohon pisanghttp://ramuanobatjawa.blogspot.com/2012/03/manfaat-buah-pisang.html

Hal tersebut seolah mengajarkan kita bahwa hidup itu harus senantiasa bisa memberi manfaat pada orang lain, karena hidup hanya sekali saja. Pohon pisang juga bisa tumbuh dimanapun berada. Hal ini mengajarkan kita bahwa dimanapun kita berada tidak penting asal selalu terus berkarya. Sungguh alam banyak memberikan pelajaran pada kita. Malu sekali rasanya bila kita merenung memikirkan semua. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ambillah setiap pelajaran yang ada di alam sekitar, jadikan itu pelajaran agar kau senantiasa dekat dengan Tuhan. Amin

Salam Satu Hati

Agus Rohman

6 thoughts on “Alam Isyaratkan Sesuatu

  1. Good job, Gus. Cima ka;o boleh saran, teknik dan gaya penulisannya perlu dicermati lagi. Kalimatnya masih ada yang gak nyambung. Dan penulisan huruf kapital serta tanda baca perlu diperhatikan. Over all…tiga kata yang menarik di akhir tulisan. Salam satu hati. Kok kayak slogannya persebaya ya??hehehe. Sukses selalu kawan! Ditunggu undangannya. Di Gresik kan, hehe ^_^

    • apa sih teori mestakung?
      kondisi kritis, melangkah, dan tekun…
      saya rasa ini bukan bagian mestakung….
      ini peristiwa alam yg dikaji secara ilmiah melalui pengetahuan…

  2. Sesuai dengan falsafah Minang ” Alam Takambang Jadi Guru” atau bahasa Indonesianya ” Alam yang Luas jadi Guru”. Alam mengajarkan banyak hal kepada manusia, asal manusia itu bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang diisyaratkan oleh alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s