Say No “Pacaran”, Say Yes “Ta’aruf”


Mencintai dicintai fitrah manusia…

Setiap insan di dunia akan merasakannya…

Indah ceria, kadang merana…

Itulah rasa cinta.(The Fikr “cinta”)

                Para pembaca budiman, mari kita kaji tentang satu kata ajaib. What is that? That is LOVE. Kata ajaib ini sering diucapkan anak manusia (Adam dan Hawa) yang sedang fall in love.

imaeshttp://www.khoahoc.com.vn/giaitri/thu-vien-anh/3401_Loi-trai-tim-muon-noi.aspx

                Love atau cinta adalah suatu yang suci (sakral). Dia dimiliki setiap manusia, artinya dia fitrah ada pada setiap orang. Bisa bayangin nggak kalau di dunia ini nothing love? Maybe, setiap orang pengen menang sendiri, nggak kenal saling membantu or menolong pada sesamanya.

                Tahu nggak?? (emang belum dikasih tahu, hehehe). Banyak banget teman-teman kita yang menjalin cinta dengan aktivitas yang bernama pacaran (to be a boyfriend or girlfriend). Trus-trus ngapain aja sih ketika mereka berpacaran? Konon, katanya nie, kalau seorang anak Adam dan Hawa berpacaran, mulanya sih padang-pandangan, trus pegang-pegangan, lalu ciuman, dan…..tiiittttt (bingung yach??hahaha). Ujungnya mengalami MBA (Married by Accident). Seperti teori Da’I Sejuta Ummat KH. Zainuddin MZ, bahwa pacaran anak muda zaman sekarang terkenal dengan istilah 5-AT (Aku lihAT, aku pikAT, aku dapAT, aku sikAT, aku minggAT). Hih..serem yach?

                Di pojok, ada yang nyeletuk. Tapi, kalau nggak pacaran dulu mah nggak asyik. Bagaimana kita bisa tahu sifat dan karakter calon suami/istri kita? Di zaman modern seperti ini pacaran adalah kebutuhan (ih, teori darimana tuch?). Bahkan, saya punya murid yang duduk di bangku SMP berkata bahwa PACAR itu singkatan dari PenAmbah Cmangat belajAR. Padahal, Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Israa’ ayat 32 yang artinya “ dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”

                Pacaran = mendekati zina. So, islam melarang aktivitas tersebut. Jangankan zina-nya, yang dekat aja dilarang. Tetapi memang istilah pacaran sampai sekarang belum jelas artinya. Kalau pacaran jaman kakek – nenek dulu, mereka pacarannya cuma sebatas saling pandang atau saling memberi hadiah. Paling jauh si laki2 di luar rumah, si perempuan di dalam. Karena rumah jaman dulu dari “sesek”/kayu, maka gampang untuk membuat lubang. jari si laki2 masuk ke lubang rumah tersebut, lalu dipegang sama si perempuan. Atau seperti kisah cinta di film di bawah lindungan ka’bah. Hal ini tentu sangat berbeda dengan gaya pacaran anak jaman sekarang, tidak dikatakan pacaran bila belum saling peluk, saling gandeng tangan, bahkan ada yang sampai bercuiman dan lebih jauh dari itu. Ini sangat tidak dibenarkan.

Lha terus bagaimana dunk cara mengenal calon suami/istri kita? Kok kayaknya islam kejam banget. Tenang bro, karena ternyata islam juga ngasih solusinya. It’s name khitbah (meminang). Ketika proses ini kita boleh bertanya apapun tentang calon suami/istri tetapi tetap syar’i. Khusus yang perempuan kudu ditemani dengan mahromnya. Jangan khawatir karena proses ini bisa aja batal kalau ternyata kita gak cocok dengan si dia. Gimana? Islam asyikkan? Karena islam nggak mau kita menyesal setelah menikah karena ternyata pasangan kita gak cocok dengan kita. Jangan sampai kayak membeli kucing dalam karung. Membeli sesuatu yang belum jelas keadaannya. OK guys….selamat mengamalkan sunnah Nabi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s