Merindukan Sang Profesor


Sejak dinyatakan lulus tanggal 9 Agustus 2012, saya terakhir kali menatap wajah beliau yang teduh setelah idul fitri. Momen lebaran saya jadikan sebagai momen perpisahan dengan beliau sebelum berangkat ke Tangerang. Di rumah beliau yang sederhana saya bersilaturrahim sekaligus meminta tanda tangan revisi tesis. Seperti biasa, beliau selalu memberi apresiasi dan menghargai karya mahasiswanya. Kepada para pengunjung, saya dikenalkan sebagai mahasiswa bimbingan beliau yang pertama kali lulus dari pascasarjana Unesa angkatan 2010 dan diterima sebagai pengajar di kampus swasta milik tokoh yang sudah meleganda namanya. Beliau adalah Prof. Dr. H. Mohamad Nur. Ketua Pusat Matematika dan Sains Sekolah (PSMS) sekaligus menjadi dosen pembimbing tesis saya.

Nur

http://www.unesa.ac.id.

Syukur selalu terucap di kala prof Nur (begitu panggilan akrabnya) menjadi pembimbing tesis saya. Seorang pakar pengembangan perangkat pembelajaran yang sangat disegani di Unesa bahkan di Indonesia. Beliau sangat ajeg (istiqomah) dalam dunia pendidikan. Begitu banyak karya beliau yang dapat dinikmati mahasiswa, guru, dosen, dan praktisi pendidikan. Musibah yang diberikan Tuhan berupa terbakarnya PSMS Unesa yang notabene nya adalah tempat karya-karya beliau sejak muda untuk menguji kegigihan tidak mematahkan semangat beliau untuk berkarya. Terbakarnya PSMS Unesa tanggal 3 Desember 2011 pukul 02.00 dini hari karena konsleting listrik.290476_2222070438280_1443271099_31774279_306925630_o

Saya masih teringat sekali betapa susahnya membuat LKS (Lembar Kegiatan Siswa) yang kontekstual. Saya mengambil materi fluida bergerak. Saya hampir putus asa ketika membuat pesawat mainan. Beberapa kali ditolak oleh prof Nur karena belum layak. Mulai dari pesawat yang berbahan kaleng minuman, pipa listrik, dan steorofom. Untuk pesawat yang berbahan kaleng bisa terbang, tetapi kata prof membahayakan karena dikhawatirkan melukai siswa. Beliau memang terkenal teliti dalam mengkoreksi meskipun usia beliau sudah tidak mudah lagi dan hampir pensiun. Perangkat pembelajaran saya belum boleh diujicobakan sebelum dinyatakan layak. Sehingga saya pun tidak bisa ambil data penelitian. Dengan kegigihan dan kerja keras karena mengejar kesempatan mengajar di Tangerang, saya pun berhasil membuatnya. Pesawat dari bahan steorofom itu diujicoba di lapangan. Saya sekali lagi menaruh perasaan kagum pada beliau. Di tengah terik matahari, beliau ikut saya ke lapangan untuk bersama mengujicoba pesawat. Eureka, saya melompat kegirangan, karena prof meng-ACC perangkat pembelajaran saya.

Ketika lokakarya pendidikan di Unesa yang bekerjasama dengan world bank, beliau menyuruh saya dan teman2 membuka stand untuk memamerkan karya yang dibuat mahasiswa dan beberapa koleksi buku pendidikan beliau. Tidak lupa pesawat terbang buatan saya diikutsertakan lengkap dengan LKS nya. Ketika dekat dengan beliau, semua orang akan tertular semangat beliau. Membaca, Menulis, dan Meneliti adalah motto hidup beliau. Begitulah saya mengenal beliau dan kini  6 bulan sudah saya tidak bertemua beliau. Saya merindukan diskusi dengan beliau. Saya merindukan wajah teduh beliau malam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s