Authentic Problem Based Learning (APBL)


Saya akan menshare hasil presentasi saya di depan dosen-dosen pendidikan tentang model pembelajaran APBL. Sebagian besar tulisan ini saya ikhtisarkan dari buku APBL karya Wee Keng Neo, Lynda dan Kee Yih Chyn, Megan pada tahun 2002. Saya awali dengan permasalahan di Indonesia dahulu.

iges

IPTEK berkembang sangat pesat sekarang ini. Tidak ada kegiatan manusia yang terlepas dari pengaruh teknologi. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kemabali hampir pasti menggunakan teknologi. Dunia kini hanya sebesar genggaman tangan manusia, artinya kita bisa tahu berita di negara lain cukup dengan browsing internet di HP. Perkembangan teknologi yang sangat cepat ini mempengaruhi pola kerja dan hidup masyarakat.

Di tengah kecanggihan teknologi tersebut, arah pendidikan mulai di pertanyakan. Berawal dari ketidakpuasan berantai. Guru SMP yang mengeluhkan mutu lulusan SD, guru SMA yang mengeluhkan kualitas lulusan SMP, dosen yang mengeluhkan kualitas lulusan SMA, dan perusahaan yang mengeluhkan kualitas sarjana. Bahkan mereka terkadang melakukan training setiap lulusan sarjana yang fresh graduate. Kita juga terkadang diminta mengikuti tes tentang keterampilan dasar matematika dan lain-lain. Seolah perusahaan mempertanyakan bahkan meragukan kualitas lulusan Sarjana/SMK.

Situasi di atas memaksa para guru, dosen, dan pendidik untuk mulai memikirkan model pembelajaran yang bisa mengintegrasikan kehidupan dan masalah dalam perusahaan dalam pembelajarannya. Hal inilah yang mendorong ditemukannya model pembelajaran yang dikembangkan dari Problem Based Learning (PBL) yaitu model Authentic Problem Based Learning (APBL).

Dalam tulisan ini saya menjelaskan secara ringkas tentang prinsip-prinsip APBL, Langkah-langkah APBL, Hubungan APBL dengan metode ilmiah, dan penggunaan tabel IFLA (Ideas, Facts, Learning Issues, and Action Plan) dalam power point (download).

Untuk mendesain masalah yanga authentic dalam APBLhal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Authentic the work place

2. Build on prior knowledge

3. Increase interest and motivation in learning

4. Engage in meta cognitive thinking

5. Integrate new information acquired

6. Promote a multi disciplinary mindset

Selanjutnya bagaimana meng-assess hasil pembelajaran menggunakan APBL. Hasil belajar APBL ada 4 macam, yaitu:

1. Knowledge (bentuk penilaian: laporan tertulis, presentasi lisan, tes, dan peta pikiran)

2. Problem solving skills (bentuk penilaian: penilian tutor/sendiri, dan teman sebaya dalam pertemuan kelompok)

3. Team work skills (bentuk penilaian: penilian tutor/sendiri, dan teman sebaya dalam pertemuan kelompok)

4. Self directed learning skills (bentuk penilaian: penilian tutor/sendiri, dan teman sebaya dalam pertemuan kelompok, handout, pengetahuan baru yang diterapkan).

 

Download PPT: http://www.4shared.com/office/PckP3ugy/Authentic_Problem_Based_Learni.html

Referensi:

Neo&Lynda. 2002. Authentic Problem Based Learning. Singapore: Pearson Prentice Hall.

Susianna, Nancy. 2012. The application of APBL to enhance generic entrepreneurial competencies in a basic chemistry course. US-China Education Review B4 383-388. ISSN 15486613.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s