MENCARI TUHAN YANG HILANG


Sudah lama ku mengenal DIA, bahkan ketika masih dalam rahim ibu, ku telah berjanji akan selalu taat dan patuh terhadap semua perintahNYA, dan senantiasa menjauhi laranganNYA. Ku sangat takut saat akan dikeluarkan dari tempat yang nyaman itu (baca: rahim ibu), di sana ku begitu tenang. Tidak ada musuh yang mendekat. Makan dan minum pun tersedia. ruang yang begitu hangat. Di saat aku merasa nyaman dengan semua itu, terdengarlah suara Tuhan yang memberi tahuku bahwa ku akan dikeluarkan ke dunia. Terbayang bahwa di dunia, akan ada banyak sekali musuh yang mendekat, akan ada banyak sekali cobaan dan tantangan yang setiap saat menerjang. dengan berat hati, ku bertanya pada Tuhan, Apakah di dunia ada yang menjaga ku? ada yang menyiapkan makan minum seperti sekarang. Tuhan pun tersenyum dan menjawab bahwa akan ada malaikat yang selalu menjagamu, selalu memberi makan dan minum, selalu mengingatkan mu akan ibadah, selalu mengingatkanmu akan AKU, dialah orang yang akan kau sebut dengan IBU.

 

Saat ku masih kecil, betapa kehidupan indah sekali. Malaikat yang bernama ibu itu selalu menyiapkan makan dan minum untukku. dia juga yang selalu mengusir nyamuk di saat aku terlelap, dia juga selalu mendampingi aku ke sekolah agar tidak di ganggu orang yang berbuat buruk padaku, dia juga yang selalu mengingatkanku pada DIA, Tuhan yang kepadaNYA aku berjanji untuk taat dan patuh ketika berada di dunia. Masa kecil yang indah sekali di desa kecil yang bernama Wadak Kidul, aku mulai mengenal Tuhanku. Dialah Allah SWT.

 

Sejak SMA, aku ingin mengenal dia lebih dekat dengan mengikuti kehidupan di pondok pesantren. Kini aku terpisah dengan malaikatku. Tidak ada lagi yang menyiapkan makan dan minum, tidak ada lagi yang mengusap air mataku ketika sedang menetes. Tetapi, aku mulai dekat dengan DIA. Mulai syahdu ketika disebut namaNYA,

 

Kini, aku memasuki dunia kampus di Surabaya. aku lebih jauh lagi dengan malaikatku. Tak ada lagi yang mengingatkanku untuk selalu mengingatNYA. tak ada lagi yang selalu tersenyum ketika aku di rumah, tetapi malaikatku selalu berdoa setiap sujudnya. dia selalu berdoa demi masa depan dan kesuksesanku. Tetapi, di kampus aku mulai mengenal beraneka ragam bentuk hal yang menyebabkan ku menjauh dariNYA. Banyak faktor yang membuatku menghilangkan DIA dalam imanku. Sungguh beruntung sekali karena selama di kampus ini, ku menjadi pegawai TUHAN. Tinggal di masjid kampus selama hampir 4 tahun. Hal ini menyebabkanku untuk selalu tetap mengingatNYA, dan senantiasa bersujud padaNYA. Namun, terkadang aku juga lalai dalam menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.

 

Kini, ku lebih jauh lagi dari malaikatku. Aku yang tinggal di Tangerang, sedangkan malaikatku tinggal di Gresik. Hanya lewat telpon dan sms, aku menyapanya. Pulang ke rumahpun hanya 1 tahun sekali dan itupun tidak lama. Namun, malaikatku terkadang mengingatkanku untuk terus mengingatNYA. Malaikatku pun berkata: Jangan kau hilangkan TUHAN dari hatimu, karena sekali DIA hilang, kau akan sulit mencarinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s