Terlabuhkan


Dua bulan terasa begitu lama telah menjadi penantianku kini.

Menunggu sah nya ikatan suci yang disebukan dalam al Qur an sebagai perjanjian yang berat (Mitsaqon Gholido)

Belakangan, mulai kutahui betapa berapa perjanjian itu, oleh karenanya banyak yang menitikkan air mata di saat menjabat tangan orang tua pasangan (bisa diwakilkan penghulu). Memang begitu lah perjanjian itu terucapkan, sepintas begitu mudah diucapkan “Qobiltu nikaachaha watazwijaha bil mahril madzkur”, tetapi dibalik itu ada perjanjian yang begitu berat. Sebagai seorang laki-laki tentunya, maka dia akan menjadi imam dalam rumah tangga. Dia akan menjadi pembina sekaligus pemimpin dalam rumah tangganya. Segala tingkah laku istri dan anak akan menjadi tanggungannya. Dia akan menggantikan posisi sang ayah yang telah merawat anaknya hingga dinikahkan.

Perjanjian berat itu sebentar lagi akan kuucapkan, insyaAllah. Dua bulan lagi bukan waktu yang lama, apalagi aku hanya sekali menatap wajah calon istri dan hampir tidak pernah menatap kedua orang tuanya. Aneh memang kisah perjalanan menghalalkan ikatan suci ini, tetapi ada syukur dan puji yang senantiasa kuucap selalu kini. Ya, karena tulang rusukku akan kembali padaku. Diri ini telah lelah menanti.

Saya kuti lirik lagu indah dari Seismic yang berjudul ‘terlabuhkan’, agaknya lagu inilah yang insyaAllah akan aku rasakan nanti.

Terlabuhkan sudah lelah diri
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini
Belahan jiwa lelah kunanti
Telah kujumpai
Telah menjadi bagian diri
Syukurpun terucap dari relung hati
Doapun mengalun sepenuh jiwa
Dan dua hati menyatu kini
Janji tlah terucapkan
Bersama arungi hari
Bersama arungi hari
Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu
Ya Allah bimbinglah kami selalu
Terlabuhkan sudah lelah diri
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini
Belahan jiwa lelah kunanti
Telah kujumpai
Telah menjadi bagian diri
Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu
Ya Allah bimbinglah kami selalu

(Seismic – Terlabuhkan)

Ya Allah mudahlakan langkahku untuk memenuhi kewajibanku sebagai imam. Sebagai pemimpin wanita.

Ya Allah kuatkanlah hati dan imanku untuk menjaga kesucian hati dan perilaku baik sebelum menikah atau sesudah menikah.

Ya Allah hanya padaMu aku menyembah, dan hanya padaMu aku memohon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s